Di sisi lain, ada titik temu yang kuat. Presiden sepakat bahwa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi. Penolakan ini selaras dengan konstitusi, UUD 1945, dan tentu saja ajaran Islam.
Komitmen untuk terus membela kemerdekaan Palestina juga ditegaskan, termasuk dalam keterlibatan di BoP.
“Kita sepakat menolak penjajahan dalam bentuk apapun. Dan kita juga sepakat untuk membela kemerdekaan Palestina,” tegas Kiai Cholil.
Dari situ, MUI pun menyampaikan beberapa permintaan konkret kepada pemerintah. Pertama, memastikan perdamaian yang diperjuangkan di BoP bukan sekadar perdamaian versi Donald Trump yang selama ini cenderung merugikan Palestina.
Kedua, soal rencana pengiriman pasukan perdamaian. MUI meminta agar pasukan Indonesia tidak sampai disalahgunakan menjadi alat untuk memukul kelompok perjuangan Palestina, seperti Hamas, yang justru menguntungkan posisi Israel.
“Kita minta, perdamaian yang dibangun bukan cuma damai ala Trump dan Netanyahu, tapi yang membawa kemerdekaan riil untuk rakyat Palestina,” tutur Kiai Cholil.
“Dan pasukan kita jangan sampai jadi alat pemukul bagi mereka yang berjuang untuk kemerdekaan itu.”
Artikel Terkait
Kisah Kiki: Amukan di Bintaro Berakhir dengan Permintaan Maaf
Sangadji: Jangan Bayangkan Sidang, Kasus Ijazah Jokowi Masih Panjang
Abraham Samad Desak Prabowo Kembalikan 57 Pegawai KPK yang Ditendang Lewat TWK Abal-abal
Kota Anjing di Greenland: Di Balik Gonggongan yang Menjaga Warisan Arktik