Demikian penjelasan Agung Wibowo, Ketua Tim Statistik Sosial BPS DIY, saat dihubungi Selasa (3/2). Ia memaparkan, survei itu menjangkau rumah tangga di seluruh kabupaten dan kota.
Kalau dirinci lebih dalam, Gunungkidul memimpin dengan persentase tertinggi, yakni 96,81 persen. Kulon Progo nyaris menyamai, di angka 96,79 persen. Kemudian berturut-turut ada Bantul (94,22%), Sleman (92,41%), dan Kota Yogyakarta (83,39%).
Meski genteng mendominasi, tentu saja masih ada material lain yang dipakai. Data yang sama menunjukkan, atap asbes masih digunakan sekitar 2,92 persen rumah tangga. Lalu ada beton (1,96%), serta campuran seng dan kayu atau sirap yang menyumbang 1,81 persen.
Jadi, gagasan "gentengisasi" yang digaungkan itu sebenarnya sudah punya contoh nyata di lapangan. Yogyakarta, dengan segala kekhasannya, menunjukkan bahwa tradisi ini bisa bertahan dan justru mendominasi.
Artikel Terkait
Pemprov Kaltim Pastikan Dana Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Dikembalikan
PSSI Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series, Klok dan Egy Tak Masuk
Kakak Ipar Ancam Pakai Parang, Korban Tewas Jatuh Saat Kabur di Makassar
Wali Kota Makassar Ajak Warga Pererat Silaturahmi di Idul Fitri