Pemilik Toko Jadi Tersangka Usai Tangkap Maling Sendiri

- Selasa, 03 Februari 2026 | 18:24 WIB
Pemilik Toko Jadi Tersangka Usai Tangkap Maling Sendiri

Di sisi lain, keluarga Putra punya cerita yang berbeda. Nia Sihotang (38), kakak ipar Putra, membantah keras adanya penganiayaan.

"Kami melihat sendiri, itu tidak ada penganiayaan," klaim Nia saat ditemui di Kantor Gubernur Sumut, Medan.

Nia bercerita, setelah tahu ada barang yang hilang, Putra melaporkannya ke Polsek Pancur Batu. Mereka kemudian berkomplot dengan salah satu karyawan perempuan, Mutiara, untuk memancing pelaku yang berinisial G dan T agar keluar. Rupanya, Mutiara dan G punya hubungan dekat.

Rencana pun berjalan. Mutiara setuju bertemu G di sebuah hotel di Padang Bulan. Menariknya, Nia dan suaminya, Leo, mendapat telepon dari penyidik Polsek Pancur Batu yang memberitahu bahwa G dan T ada di hotel itu.

"'Ayo, kita sama-sama menangkap si pelaku' katanya sudah ada di hotel," ujar Nia menirukan sang penyidik.

Nia mengaku sempat keberatan. Menurutnya, menangkap pelaku itu tugas polisi. Tapi suaminya, Leo, merasa tidak enak untuk menolak ajakan penyidik tersebut. Akhirnya mereka ikut.

Setelah berkumpul sebentar di sebuah kafe, mereka menerima kabar bahwa pelaku sudah berada di kamar hotel. Penyidik yang menunggu di pos hotel pun memberi instruksi.

"'Yaudah, ayo amankan saja, kalian amankan saja enggak apa-apa, setelah itu nanti serahkan kepada saya' kata penyidik," tutur Nia.

Begitu pintu kamar dibuka, situasi langsung mencekam. Menurut Nia, pelaku G memegang pisau. Suaminya, Leo, spontan membela diri agar tidak ditikam.

"Jadi pada saat itu saya melihat mengenai pelipisnya (pelaku G) dan setelah itu ditarik langsung keluar," imbuhnya.

Nia bersikukuh bahwa Putra sama sekali tidak menyentuh pelaku G. Setelah ditarik keluar, pelaku langsung diserahkan ke polisi yang menunggu. Semua informasi tentang penganiayaan dan penyetruman yang beredar di media sosial, kata dia, tidak benar.

"Si PP engga ada menyentuh. Setahu saya engga ada menyentuh," pungkas Nia mengenai Putra.

Dua versi ini kini menjadi perhatian. Di satu sisi ada penjelasan hukum yang ketat dari polisi, di sisi lain ada pembelaan keluarga yang merasa tindakan mereka adalah bentuk pembelaan diri. Kasusnya masih berjalan, dan kebenaran akhirnya akan ditentukan di ruang pengadilan.


Halaman:

Komentar