Selasa siang (3/2) lalu, dunia kehilangan seorang perempuan tangguh. Meriyanti Roeslani, sang istri dari Kapolri pertama Hoegeng Imam Santoso, berpulang di usia yang menginjak satu abad. Rencananya, Rabu (4/2) ini, ia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kabupaten Bogor. Di sanalah, di samping suaminya, ia akan beristirahat untuk selamanya.
Keputusan untuk dimakamkan di TPBU Giri Tama ini ternyata bukan tanpa cerita. Menurut anak kedua Hoegeng, Aditya S. Hoegeng, ini merupakan salah satu pesan terakhir sang ayah. Padahal, jika melihat jasanya, Hoegeng sebenarnya layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.
Tapi Hoegeng punya pilihan lain. Ia punya alasan yang sangat personal.
"Justru kenapa Bapak tidak mau dimakamkan di Makam Pahlawan, pesan bapak adalah 'Kalau saya dimakamkan di Makam Pahlawan, Ibumu tidak ada di sebelah saya',"
kata Aditya, menirukan ucapan ayahnya saat ditemui di rumah duka kawasan Pesona Khayangan State, Depok.
"Karena jatahnya kan cuma untuk Almarhum (Hoegeng), Ibu tidak ada jatah. Jadi memang pilihan beliau lah untuk dimakamkan di Tonjong itu,"
Artikel Terkait
Bachtiar Nasir Desak Diplomasi Indonesia di Board of Peace Tak Sekadar Stempel
Longsor Dahsyat di Ciamis, Satu Warga Tewas Tertimbun
Pandji Usai Bertemu MUI: Karya Harus Diimbangi Kepekaan
Prabowo Dapat Dukungan Ormas Islam untuk Langkah Diplomasi Palestina