Prabowo Gelar Dialog dengan Tokoh Islam Bahas Aspirasi hingga Isu Terkini

- Selasa, 03 Februari 2026 | 15:30 WIB
Prabowo Gelar Dialog dengan Tokoh Islam Bahas Aspirasi hingga Isu Terkini

Selasa siang (3/2), suasana di Istana Kepresidenan tampak ramai. Presiden Prabowo Subianto kembali mengadakan pertemuan, kali ini dengan sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan Islam dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

“Agenda bapak presiden siang ini adalah berdiskusi dengan tokoh-tokoh ormas, tokoh muslim, dan juga para pengasuh pondok pesantren,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, ini bukanlah hal baru. Pertemuan semacam ini sudah jadi agenda rutin Prabowo untuk menjaga komunikasi yang lancar dengan kalangan Islam. Bagi Presiden, forum ini adalah kesempatan emas. Di satu sisi, beliau bisa menyampaikan perkembangan terkini, baik dalam maupun luar negeri. Di sisi lain, beliau juga bisa menyerap aspirasi dan pandangan langsung dari para tokoh.

“Beberapa waktu lalu juga pernah dilakukan. Hari ini beliau kembali berkesempatan berdiskusi untuk update perkembangan,” katanya menambahkan.

Prasetyo menegaskan, Prabowo memang kerap menjadikan diskusi seperti ini sebagai sarana untuk memperoleh masukan. “Seperti biasa, forum diskusi selalu beliau manfaatkan untuk mendapatkan masukan-masukan dari para tokoh,” jelasnya.

Pembicaraan kemudian sedikit menyentuh soal Board of Peace (BOP) yang sempat memicu perbedaan pandangan. Prasetyo punya pendapat sendiri. Menurut dia, hal itu lebih disebabkan karena penjelasan yang belum utuh tersampaikan ke publik.

“Bukan resistensi. Mungkin masih ada perbedaan pandangan yang terjadi karena penjelasannya belum tersampaikan secara utuh. Apa landasan keputusan presiden dan pemerintah, termasuk poin-poin yang diatur di dalam board of peace itu,” papar Prasetyo.

Nah, forum diskusi siang itu dinilainya sebagai ruang yang tepat. Presiden bisa menyampaikan penjelasan langsung kepada para tokoh.

“Saya rasa forum siang ini memungkinkan bapak presiden menyampaikan poin-poin tadi. Harapannya, semua pihak bisa menerima dan mengerti,” tandasnya menutup pembicaraan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar