Fokus utama kunjungan ini adalah Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF). Megawati dijadwalkan menghadiri serangkaian acara, mulai dari upacara tahunan penghargaan, makan malam kenegaraan, hingga pertemuan meja bundar. ZAHF sendiri adalah penghargaan bergengsi yang lahir dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar di Abu Dhabi tahun 2019.
Bukan kali pertama Megawati terlibat. Tahun 2024 lalu, ia pernah duduk sebagai juri dan bahkan memperjuangkan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk menang di kategori organisasi kemasyarakatan. Ahmad Basarah yang menjelaskan hal ini.
Di sisi lain, agenda lain juga menanti. Megawati akan berbicara dalam International Human Fraternity Majlis yang mengangkat topik kepemimpinan perempuan. Forum itu akan dihadiri sejumlah ibu negara, seperti Nehmat Aoun dari Lebanon, Aseefa Bhutto Zardari dari Pakistan, dan Veronica Alcocer Garcia dari Kolombia.
Momen Spesial dengan Pemimpin UEA
Selain forum-forum resmi, ada satu janji pertemuan yang cukup menarik perhatian. Megawati diagendakan bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Syaikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan ini punya nuansa tersendiri, mengingat keduanya juga pernah bertemu langsung pada tahun 2025 lalu.
Basarah menyebut pertemuan ini sebagai momen spesial. "Dalam rangka memperkuat hubungan dan dialog kemanusiaan lintas negara," katanya. Kunjungan selama sepekan ini, tampaknya, tak sekadar seremonial. Ada upaya untuk merajut kembali hubungan personal dan memperdalam dialog yang sudah terjalin.
Artikel Terkait
Mendikbudristek Buka Data Anggaran dan Proyek Strategis di Hadapan Komisi X
Kisah Pilu Pemilik Toko HP: Korban Pencurian Berakhir Jadi Tersangka
Gus Murtadho: Tragedi Flores Cermin Kegagalan Negara, Prabowo Bagian dari Sistem Bobrok
Turis Jerman Kecewa, Pantai Kuta Tenggelam dalam Sampah