Jokowi Gencar Genjot PSI, Ambisi Tiga Periode Masih Menyala?

- Selasa, 03 Februari 2026 | 06:25 WIB
Jokowi Gencar Genjot PSI, Ambisi Tiga Periode Masih Menyala?

Keinginannya untuk memimpin partai besar pun mentah. Statusnya sebagai eks presiden membuatnya ditolak. Maka, muncul ide liar berikutnya: menahkodai PSI. Caranya? Menjadikan Kaesang, anak bungsunya, sebagai ketua umum. Padahal, Kaesang baru dua hari jadi kader. Penunjukannya pun bukan lewat kongres, tapi lewat ‘kongkow-kongkow’ segelintir pengurus.

Nyatanya, PSI tetap saja dianggap partai gurem. Jokowi mungkin belum sepenuhnya sadar, elektabilitas dan kewibawaannya di mata publik sudah anjlok. Kecuali, tentu saja, menurut lembaga survei tertentu yang kerap menempatkan namanya di papan atas.

Tak menyerah, ia berusaha mati-matian menggenjot PSI. Bahkan wacana mengubah logo partai menjadi gajah sempat mencuat. Netizen mengejeknya sebagai “Partai Gak Ada Ijazah”. Tapi Jokowi maju terus. Dalam satu kesempatan, dengan gaya yang seragam seperti anaknya atau seperti Kapolri Listyo Sigit yang diyakini banyak orang sebagai operator politiknya Jokowi berseloroh:

Gaya bahasanya mirip. Kaesang bilang “peras darah”. Kapolri bilang “berjuang sampai titik darah penghabisan”. Hem, semua berkutat di sekitar ‘darah’.

Jokowi memang tampak seperti sosok ambisius, seorang megaloman yang tak bosan berhalusinasi di masa post-power syndrome-nya. Ia tak akan berhenti beraksi menjaga pengaruh, dengan cara apapun. Meremote KPK, Polri, hingga mendongkrak partai kecil.

Lihat saja hukum. Sudah berapa banyak kasus korupsi di pengadilan yang tersangkanya menyebut-nyebut nama Jokowi dan keluarganya? Tapi sampai sekarang, ia tak pernah dipanggil apalagi diadili. Malah sebaliknya, hukum kerap terlihat jadi instrumen untuk menghantam lawan politiknya.

Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto, misalnya. Mereka adalah contoh lawan politik yang pernah menjadi korban kriminalisasi. Beruntung, nasib baik menyelamatkan mereka. Keputusan Presiden Prabowo yang disetujui DPR, memberikan abolisi dan amnesti, menjadi tamparan keras bagi Jokowi.

Begitulah perangai politiknya yang brutal. Kita tinggal menunggu saja. Bagaimana nanti Banteng akan menyeruduk partai Curut yang bertopeng Gajah di Pemilu 2029. Sapere aude…!


2 Februari 2026
Saiful Huda Ems, Lawyer dan Analis Politik.
-Atma_


Halaman:

Komentar