Untuk mengantisipasi kiriman sampah berikutnya, persiapan sudah dilakukan. Koster mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar. Selain satgas, alat berat juga akan disiagakan. “Agar kita akan bersama-sama membentuk satuan tugas dan sekaligus ada standby alat berat di sana,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam forum yang sama, Prabowo memang bicara blak-blakan. Ia menegaskan persoalan sampah harus diselesaikan dengan kerja nyata, bukan sekadar omongan. Sektor pariwisata, yang jadi andalan penyerap tenaga kerja, menurutnya justru paling rentan rusak karena hal seperti ini.
“Tapi saya menggugah, saudara-saudara sekalian, pariwisata, apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah, dia mau datang lihat kumuh?” kata Prabowo.
Kritik itu ternyata bukan tanpa dasar. Prabowo lalu bercerita tentang pengalamannya berbincang dengan pejabat asing. Kata-kata mereka cukup menyakitkan, tapi diakui Prabowo sebagai koreksi yang perlu ditindaklanjuti.
“Dia bilang, 'Your Excellency, I just came from Bali, owh Bali so dirty now, Bali not nice'. Bah, saya tapi terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama,” sambungnya.
Jadi, sorotan dari tingkat tertinggi ini akhirnya jadi pemicu. Sekarang, tinggal menunggu eksekusi di lapangan. Apakah satgas dan alat berat itu benar-benar bisa membuat pantai Bali bersih seperti sedia kala? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
MK Tegaskan Independensi BPKN dalam Putusan Terbaru
Badan Gizi Nasional Siap Berlakukan Sistem Akreditasi untuk Ribuan SPPG
Kesalehan di Era Digital: Antara Dakwah dan Pertunjukan Visual
Program Makan Gratis Prabowo Tumbuhkan Satu Juta Pekerjaan Baru