Kegelapan Kiev Bergema Dentuman Musik, Warga Menari Melawan Keputusasaan

- Senin, 02 Februari 2026 | 11:12 WIB
Kegelapan Kiev Bergema Dentuman Musik, Warga Menari Melawan Keputusasaan

Suasana di jalanan Kiev pada Minggu malam itu sungguh berbeda. Gelap, tentu saja. Tapi diam? Sama sekali tidak. Di tengah pemadaman listrik yang menyusul serangan Rusia terhadap infrastruktur kota, justru terdengar dentuman musik dan sorak-sorai warga.

Menurut sejumlah saksi, seorang DJ lokal menginisiasi sebuah pesta dadakan di tengah jalan. Alih-alih mengurung diri di apartemen yang gelap dan semakin dingin, banyak orang memilih turun. Mereka menari bersama para tetangga, berbagi secercah kehangatan manusiawi di tengah situasi yang serba tak menentu.

“Lebih baik kita berkumpul dan menari di sini,” ujar si DJ, menjelaskan semangat warga.

“Daripada hanya termangu di rumah tanpa listrik dan pemanas.”

Fenomena ini bukan sekadar hiburan sesaat. Bagi banyak warga, terutama kalangan muda, pesta seperti ini punya makna lebih dalam. Ini jadi cara mereka bertahan secara mental, sebuah bentuk ketahanan yang unik. Di sisi lain, ini juga dilihat sebagai perlawanan halus. Sebuah pernyataan bahwa semangat hidup mereka tidak mudah dipadamkan, meski lampu-lampu kota kerap padam oleh rudal.

Musik dan komunitas menjadi penopang mereka. Menghadapi tekanan perang yang tak kunjung usai, warga Kiev menemukan kekuatan dengan cara mereka sendiri. Kadang, caranya adalah dengan menari di kegelapan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar