Prabowo Buka Pintu Istana untuk Wajah-Wajah Kritis

- Senin, 02 Februari 2026 | 10:50 WIB
Prabowo Buka Pintu Istana untuk Wajah-Wajah Kritis

Dia melihat pertemuan semacam ini bisa menciptakan saling pengertian dan membuka jalan untuk mencari solusi dari berbagai masalah yang tengah menghangat di publik.

Namun begitu, apresiasinya datang dengan catatan. Menurut pengamat dari UIN Syarif Hidayatullah ini, pemerintah belum cukup. Dialog harus diperluas, tidak hanya ke tokoh senior, tapi juga ke kalangan yang lebih muda. Influencer, aktivis anak muda, dan Generasi Z yang gencar mengkritik kebijakan lewat media sosial juga perlu didengar.

Kritik dari kalangan muda itu, kata Adi, cukup nyaring terdengar, terutama menyangkut program-program populis pemerintah. Sebut saja Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

Program-program itu mungkin terlihat bagus di atas kertas, tapi dalam eksekusinya menuai banyak tanda tanya. Besaran anggaran dan efektivitas implementasinya sering jadi sasaran kritik. Dan suara-suara semacam ini, menurutnya, penting untuk ditampung.

Harapan jangka panjangnya, pertemuan seperti ini tidak berhenti sekali saja. Ia ingin ini menjadi tradisi politik yang berkelanjutan.

Di sisi lain, publik sejauh ini mencatat langkah-langkah pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam penanganan korupsi. Setahun berjalan, sejumlah kasus besar yang dulu seolah tak tersentuh mulai dieksekusi. Tingkat kepuasan pun dilaporkan cukup tinggi. Pertanyaannya sekarang, apakah ruang dialog dengan para "outsider" tadi akan memberi warna lebih pada langkah-langkah ke depannya? Waktulah yang akan menjawab.


Halaman:

Komentar