Suara gemuruh dan cahaya warna-warni di langit malam bukan cuma tontonan spektakuler. Secara budaya, keriuhan itu dipercaya ampuh untuk menakuti dan mengusir roh-roh jahat yang berkeliaran. Dengan begitu, jalan menuju keberuntungan di tahun baru jadi lebih terbuka.
Bersih-bersih dan Baju Baru
Semuanya harus baru, termasuk semangat. Membeli pakaian baru adalah ekspresi sukacita. Selain itu, rumah juga harus dibersihkan total sebelum hari H. Tujuannya jelas: membuang sisa kesialan tahun lalu dan menyiapkan 'wadah' bersih untuk hoki yang akan datang.
Nah, ada pantangan menarik soal ini. Jangan sekali-kali menyapu rumah tepat pada hari Imlek! Konon, tindakan itu malah akan menyapu rezeki keluar dari rumah. Dekorasi serba merah juga wajib hukumnya, dari kertas doa sampai cat pintu, karena merah melambangkan kesejahteraan.
Hidangan yang Penuh Makna
Meja makan saat Imlek selalu penuh. Dua yang paling ikonik adalah pangsit dan tangyuan (bola tepung beras). Monika menjelaskan, bentuk pangsit yang menyerupai uang perak kuno menjadikannya simbol kekayaan. Sementara tangyuan, dengan bentuknya yang bulat, melambangkan kebersamaan dan keutuhan keluarga.
Kue Keranjang dan Jeruk Manis
Perayaan terasa kurang lengkap tanpa dua sajian ini. Kue keranjang atau Nian Gao yang lengket bukan cuma enak. Ia adalah simbol kemakmuran, karena bentuknya seperti keranjang penuh harta. Maknanya juga lebih dalam: menyantapnya adalah doa agar karier dan kehidupan terus 'naik' dan sukses.
Jeruk, dengan warna keemasannya dan rasa manis, melambangkan kekayaan dan keberuntungan. Sering disajikan berpasangan sebagai harapan akan kelimpahan ganda.
Jadi, setiap hal kecil dalam perayaan Imlek ternyata punya cerita dan harapannya sendiri. Bukan sekadar tradisi, tapi sebuah narasi panjang tentang harapan, doa, dan penyambutan masa depan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Saudi dan UEA Tutup Wilayah untuk Serangan AS ke Iran, Pertanda Pergeseran Kekuatan
Bocor Rp155 Triliun, Devisa Negara Tersedot Ekspor Emas Ilegal
Anies Baswedan Ajak Pengawal Sipil Foto Bareng Saat Makan di Warung
Durian Jadi Senjata Diplomasi: Bagaimana Buah Berduri Kuasai Pasar Tiongkok dan Pererat Hubungan ASEAN