Menurut Sarjono, warga di RT 15 itu selalu bertambah, tidak seperti RT pada umumnya.
Meski rumahnya sudah rata dengan tanah, Sarjono masih sering kembali ke TPU Kebon Nanas. Bukan untuk bernostalgia, melainkan bekerja. Dia mengais besi-besi bekas dari reruntuhan bangunan untuk dijual.
Sebagian Besar Berprofesi Pemulung
Amin (51), warga lain yang tinggal di luar area TPU tapi masih satu RT, punya gambaran tentang mata pencaharian para mantan penghuni. "Kebanyakan pemulung," katanya.
Proses pembongkaran terakhir dilakukan pada Selasa (27/1). Nasib warga pun beragam. Sebagian besar memang direlokasi ke rusunawa yang disediakan Pemprov DKI. Namun, ada juga yang memilih jalan sendiri, mengontrak tempat tinggal baru di luar skema pemerintah.
Kini, yang tersisa hanya kesunyian dan tumpukan kenangan yang berserakan di antara nisan.
Artikel Terkait
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Jebakan atau Pengkhianatan Konstitusi?
Prabowo Diam, Polri Tetap di Bawah Presiden: Strategi atau Keengganan Reformasi?
Karpet Merah dan Kitab Kuning: Nurul Majalis, Ruang Bersama Anak Muda Merawat Ilmu
Seratus Tahun NU: Seruan Kembali ke Khittah di Tengah Keresahan