Trotoar di Jalan Kertamukti, Ciputat Timur, itu seharusnya jadi tempat yang aman buat orang lewat. Tapi kenyataannya? Kasadi, seorang pemulung paruh baya, justru harus ekstra hati-hati setiap kali melangkah di sana. Lokasinya dekat lapangan bola sebelah Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah. Jalannya tak pernah benar-benar tenang.
Masalahnya ada dua: kabel yang menjuntai rendah dan tumpukan sampah yang mempersempit jalan. Bagi Kasadi, ini urusan serius. Bukan cuma ganggu, tapi bikin was-was.
Katanya suatu Minggu sore. Gangguan itu sudah jadi langganan. Kabel-kabel itu pernah bikin dia tersandung, bahkan jatuh. “Kadang-kadang sering keserimpet, saya pernah jatuh. Enggak sekali, sering saya,” ujarnya. Soalnya, kabelnya sering tak kelihatan, menggantung di ketinggian yang bikin salah langkah.
Selain kabel, sampah yang menumpuk di badan trotoar juga jadi rintangan. Kasadi yang setiap hari lewat untuk cari botol bekas sering kesulitan. “Sampahnya ya gitu kadang-kadang sampe numpuk (di atas trotoar, bukan hanya di pinggir jalan), itu lewat aja susah. Enggak lewat,” tuturnya. Kondisi kayak gini katanya udah berlangsung setengah tahun lebih. Harapannya sederhana: “Ya biar bersih lah.”
Memang, pantauan di lapangan membenarkan keluhan Kasadi. Ada beberapa titik di mana kabel terlihat menggantung, ketinggiannya bervariasi ada yang setinggi kepala, ada pula yang serendah bangku trotoar. Sampah-sampah pun menumpuk, menyisakan ruang yang sempit untuk pejalan kaki.
Artikel Terkait
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Jebakan atau Pengkhianatan Konstitusi?
Prabowo Diam, Polri Tetap di Bawah Presiden: Strategi atau Keengganan Reformasi?
Karpet Merah dan Kitab Kuning: Nurul Majalis, Ruang Bersama Anak Muda Merawat Ilmu
Seratus Tahun NU: Seruan Kembali ke Khittah di Tengah Keresahan