Namun begitu, kondisi pasar yang sekarang sepi ikut mempengaruhi pemasukannya. "Sekarang jauh sama dulu, rada sepi nih," keluhnya sambil tersenyum getir. "Ngaruh juga soalnya orang belanja ke pasar udah nggak ke pasar."
Stok jas hujannya ia beli dari Tanah Abang. Jumlahnya tak tentu, tergantung modal dan ketersediaan barang. "Nah, jualannya itu sih tergantung ada barangnya aja," ujar Adi. "Iya, paling lusinan."
Begitu hujan mulai turun di kawasan HI, Adi langsung beraksi. Dari pasar tempatnya biasa berjualan, ia berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer menuju keramaian CFD. "Barusan pas hujan langsung keluar. Jalan, jalan kaki. Sepanjang jalan," ceritanya.
Bagi Adi, hujan adalah alarm yang menandai waktu kerja. Tapi penghasilannya dari berjualan jas hujan ini benar-benar tak menentu. "Ya tergantung, tergantung lamanya hujannya," katanya sambil tertawa. "Kalau hujannya sebentar ya paling dapetnya berapa biji doang, ga jelas, ga nentu."
Bekerja di tengah hujan jelas bukan hal yang mudah. Badan basah dan kedinginan adalah tantangan sehari-hari. "Ya, kadang sih dingin sih. Yaa namanya kehujanan kan," akunya. Untuk mengatasinya, ia sering menyiapkan obat tolak angin. "Diminum dulu kadang sebelum jualan," ucapnya sambil kembali tertawa.
Hari itu, stok yang ia bawa memang tidak banyak. "Alhamdulillah sedikit sih, orang hujannya sebentar. Stoknya juga sedikit. Iya, saya ngabisin aja yang itu lah," ujarnya.
Setelah hujan mereda, rencananya ia akan kembali ke pasar untuk membeli stok baru. "Mau beli dulu. Iya entar sambil nunggu hujan, soalnya lagi musim hujan nih," katanya sambil bergegas.
Di balik semua kerja kerasnya, Adi punya harapan sederhana. "Mudah-mudahan ada perubahan yang positif sih begitu, penginnya sih gitu," pungkasnya penuh harap.
Menjelang hujan reda, Adi masih membawa sisa beberapa helai jas hujan. Tak lama lagi, ia akan melangkah lagi menuju pasar, lalu kembali berkeliling, menunggu awan gelap berikutnya untuk kembali menjual jas hujan di tengah hujan.
Artikel Terkait
Dokter Anak Tangani Balita Kejang di Pesawat, Penerbangan Tetap Lanjut
Negara Hukum atau Negara Opini? Ancaman Tafsir Liar di Ruang Publik
Gerakan Rakyat Serukan Prabowo Tarik Diri dari Board of Peace Trump
Habib Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser