Susi pun menyerah dengan gelengan kepala. “Jangan salahin ibu, ya. Diambil sama Bapak tuh,” katanya, melemparkan canda terakhir sebelum mereka masuk ke ruang kerja Teddy.
Setelah mengobrol berdua, mereka bergabung dengan para pegawai di area kantor. Di sini, Teddy sedikit bernostalgia. “Saya kenal Bu Susi dari tahun 2016-an sampai sekarang,” kenangnya.
Salah seorang staf tak ketinggalan berkomentar. “Terima kasih loh Pak sudah dibawain Bu Susi,” katanya.
Susi langsung menimpali dengan celetukan khasnya. “Emangnya barang?” Ucapannya itu disambut gelak tawa semua orang yang hadir.
Barulah kemudian Susi membagikan dua kotak cokelat yang dibawanya. “Ini buat kalian, bukan untuk Pak Seskab,” tegasnya sambil menyerahkan kotak-kotak itu.
Melihat itu, Teddy kembali berkelakar. “Kamu hanya kasih aku satu, kamu kasih mereka dua (kotak).” Rupanya, urusan cokelat ini jadi bahan lelucon sepanjang kunjungan.
Dalam video itu, terlihat jelas keakraban di antara mereka. Pak Seskab memang terkesan sedikit 'jail' soal cokelat, tapi untungnya Bu Susi tak sampai menenggelamkannya, ya? Begitulah kira-kira kesan yang tertangkap. Sebelum pulang, para pegawai bahkan sempat 'diinterogasi' ringan dengan pertanyaan seru: “Pak Seskab galak gaaak?”. Jawabannya? Hmm, sepertinya mereka lebih memilih tersenyum simpul.
Artikel Terkait
Besok di Sentul, Prabowo Buka Rakornas Pusat-Daerah di Hadapan Ribuan Pejabat
Buku Darurat Belanda: Bukan Alarm Perang, tapi Ajakan Bertahan Mandiri
Lantai Ambrol di Tangsi Belanda Siak, Puluhan Pelajar SD Terluka
MSCI Beri Peringatan, Pasar Modal Indonesia di Ambang Degradasi