Suasana SMA Negeri 2 Kudus berubah jadi mencekam Kamis lalu. Tanggal 29 Januari 2026 itu, puluhan siswa tiba-tiba berjatuhan dengan keluhan serupa: mual, pusing, perut melilit. Diduga kuat, sumber masalahnya ada di menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelumnya, yaitu soto ayam.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus cukup mencengangkan. Korban yang mengalami gejala keracunan mencapai 118 orang. Rinciannya, 117 siswa dan satu karyawan sekolah. Mereka dilarikan ke tujuh rumah sakit berbeda di Kudus, dengan gejala mulai dari sakit perut dan diare, hingga yang lebih parah seperti sesak napas.
Yang menarik, gejala ini baru muncul hebat di sekolah, padahal soto ayamnya dikonsumsi Rabu siang. Artinya, ada jeda waktu yang cukup panjang. Saat ini, Dinas Kesehatan bersama Kepolisian sudah mengambil sampel makanan untuk dites di lab. Mereka ingin tahu pasti, apa pemicu keracunan massal ini.
Di sisi lain, ada kabar yang beredar soal pergantian mitra penyedia makanan atau Dapur Gizi tak lama sebelum insiden. Ini memunculkan spekulasi lain. Benarkah ada tekanan politik di baliknya?
Untungnya, kondisi sebagian besar korban mulai membaik setelah mendapat perawatan intensif. Pihak penyedia makanan juga sudah angkat bicara, meminta maaf dan menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab penuh.
Tapi, ceritanya nggak berhenti di situ.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Serukan Prabowo Tarik Diri dari Board of Peace Trump
Habib Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser
Besok di Sentul, Prabowo Buka Rakornas Pusat-Daerah di Hadapan Ribuan Pejabat
Buku Darurat Belanda: Bukan Alarm Perang, tapi Ajakan Bertahan Mandiri