Akibatnya, 15 siswa, seorang guru, dan pemandu wisata setempat mengalami luka-luka. Keadaan korban beragam. Sepuluh orang dengan cedera lebih seriah dilarikan ke RSUD Siak. Sementara tujuh lainnya, yang lukanya dinilai ringan, mendapat perawatan di Puskesmas Mempura.
Polisi langsung bergerak cepat. Lokasi kejadian segera diamankan. Garis polisi dipasang, TKP diolah, dan pencatatan korban serta saksi dilakukan. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga langsung dijalin.
"Kami sudah minta bangunan ini ditutup sementara untuk umum," tegas Ade Irsyam Siregar.
Penutupan itu, lanjutnya, akan berlaku sampai ada pemeriksaan teknis dan perbaikan menyeluruh. Tujuannya jelas: memastikan keamanan pengunjung di masa datang. Bangunan tua itu kini sunyi, hanya dikelilingi pita kuning polisi, menunggu kepastian nasibnya.
Artikel Terkait
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi
Restoran Keluarga dan Luka Masa Lalu: Kisah Cinta Kedua di Predestined Love