Sabtu (31/1) siang, suasana di kawasan wisata Tangsi Belanda di Mempura, Siak, tiba-tiba berubah kacau. Bangunan bersejarah peninggalan kolonial itu ambruk, menimpa rombongan siswa SDIT Baitul Ridho Rawang Kao yang sedang study tour. Suara gemuruh kayu patah langsung disusul teriakan panik.
Menurut Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, rombongan itu terdiri dari 55 murid dan 12 guru. Mereka baru saja tiba untuk wisata edukasi, dipandu seorang pemandu lokal. Rencananya, mereka akan menjelajahi area, termasuk naik ke lantai dua bangunan utama.
"Saat masuk ke sebuah ruangan di lantai atas, tiba-tiba lantai kayunya jebol," jelas Ade.
Lantai dari papan kayu tua yang sudah lapuk itu tak kuat menahan beban. Seketika, rombongan itu terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar empat meter. Debu dan reruntuhan kayu berhamburan di mana-mana.
Artikel Terkait
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi
Restoran Keluarga dan Luka Masa Lalu: Kisah Cinta Kedua di Predestined Love