Pertanyaan-pertanyaan itu justru membuat Sjafrie terlihat hati-hati, bahkan enggan merinci.
Saat ditanya nama-nama tokoh yang hadir, dia mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu namanya, lupa ya. Yang pasti tokoh-tokoh nasional itu sudah menyatakan tidak ada oposisi. Ini masalah komunikasi dan komunikasi itu sudah terjalin," katanya.
"Yang saya tahu bahwa tokoh-tokoh itu menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali," tambahnya, tanpa penjelasan lebih lanjut.
Lalu, soal tempat? Jawabannya malah lebih singkat dan berbalik tanya. "Di suatu tempat. Saya kira kalian (media) lebih tahu," ucap Sjafrie, yang justru memantik keingintahuan lebih besar.
Nah, informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah sumber, pertemuan itu konon berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kartanegara nomor 4, Jakarta Selatan. Mereka ngobrol sampai tiga jam lamanya.
Ada lima tokoh yang dikenal kritis hadir, empat laki-laki dan satu perempuan. Prabowo sendiri tak sendirian; dia didampingi Sjafrie, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Pertemuan tertutup yang, meski detailnya samar-samar, jelas mengisyaratkan sebuah pembicaraan serius tentang masa depan bangsa.
Artikel Terkait
Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Diduga Darah Menstruasi
Anies Resmikan Jembatan Gantung, Jawab Penantian Warga Karanganyar Tiga Dekade
Lantai Kayu Tua Ambruk, Rombongan SD Terjatuh 4 Meter di Tangsi Belanda
Bencana Ekologis: Ujian Terberat Kedaulatan di Era Modern