Merespon kekacauan ini, pemerintah Distrik Luohu tak tinggal diam. Tanggal 28 Januari lalu, mereka secara resmi membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus JWR. Ini langkah pertama, meski bagi korban mungkin terasa terlambat.
Laporan dari Yitai Financial News China menyebut, angka kerugian yang mencapai lebih dari 10 miliar yuan itu berdasarkan data yang dihimpun dari para investor sendiri. Bisa jadi, nilai sebenarnya bahkan lebih besar.
Di balik angka-angka fantastis itu, ada pelajaran pahit. Skandal JWR ini adalah alarm keras, peringatan mahal tentang bahaya menggiurkan di balik platform investasi online yang liar dan tidak teregulasi. Janji imbal hasil tinggi seringkali menutupi risiko mengerikan di balik layar.
Hingga kini, upaya investigasi masih terus berjalan. Otoritas berusaha memetakan sejauh mana pelanggaran terjadi dan, yang paling ditunggu, mencari jalan keluar bagi ribuan korban yang harapannya tergantung pada nasib aset mereka yang terperangkap. Masih panjang jalan menuju keadilan.
Artikel Terkait
Kabel Semrawut di Trotoar Karet, Warga Waswas Setiap Melintas
Nishfu Syaban: Antara Anjuran dan Penolakan Ulama
Kendali Trump Tergelincir, Netanyahu Diduga Kendalikan Gedung Putih Lewat DOJ
Balochistan Berdarah Lagi: 47 Tewas dalam Serangan Terkoordinasi