Gelombang kepanikan melanda Shenzhen. Runtuhnya bursa emas JWR seperti gempa keuangan, mengguncang puluhan ribu investor yang tiba-tiba melihat aset mereka menguap begitu saja.
Angkanya fantastis. Kerugiannya diperkirakan tembus 10 miliar yuan, atau sekitar Rp 170 triliun. Bayangkan, uang sebesar itu lenyap dalam sekejap. Ironisnya, ini terjadi justru di saat harga emas global sedang melesat naik. Banyak orang tergiur, ingin cari untung cepat. Alhasil, modal mengalir deras ke platform seperti JWR yang ternyata beroperasi tanpa izin resmi.
Pemicu keruntuhannya sendiri terasa seperti skenario klasik. Harga emas spot yang terus meroket beberapa pekan terakhir justru menjadi bumerang. Banyak nasabah buru-buru ingin menarik dana mereka, mengamankan keuntungan. Gelombang penarikan besar-besaran itu datang sekaligus. JWR pun kelabakan, likuiditasnya kering kerontang. Mereka tak sanggup lagi memenuhi kewajiban bayar.
Ketegangan akhirnya meledak di akhir pekan. Ratusan investor yang frustrasi memadati kantor JWR di Shenzhen. Teriakan dan tuntutan pengembalian uang memecah kesunyian. Dari beberapa video yang beredar, situasinya sempat mencemaskan sampai aparat kepolisian turun tangan mengamankan lokasi.
Artikel Terkait
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali