Udara Sabtu (31/1) di Jalur Gaza kembali pecah oleh dentuman. Serangan Israel itu, menurut laporan di lapangan, merenggut nyawa sedikitnya 12 warga Palestina. Gempuran ini termasuk yang paling parah sejak kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025 lalu.
Dari utara hingga selatan, Gaza kembali berduka. Rumah sakit setempat kebanjiran korban. Sebuah apartemen di Kota Gaza jadi sasaran, begitu pula sebuah kamp tenda pengungsi di Khan Younis yang padat. Dari 12 nyawa yang melayang, delapan di antaranya adalah perempuan dan anak-anak dari dua keluarga. Sungguh memilukan.
Pihak Rumah Sakit Shifa memberikan gambaran yang suram.
“Serangan di Gaza menewaskan tiga anak, bibi mereka, dan neneknya,”
kata seorang juru bicara, seperti dilaporkan AP News. Sang ibu, dalam kondisi luka-luka, disebutkan selamat.
Di sisi lain, situasi di Khan Younis tak kalah mencekam. Rumah Sakit Nasser melaporkan serangan ke kamp tenda memicu kobaran api hebat.
“Tujuh orang tewas, termasuk seorang ayah, tiga anaknya, dan tiga cucunya,”
jelas seorang pejabat rumah sakit dengan suara berat.
Ironisnya, serangan mematikan ini terjadi justru sehari sebelum penyeberangan Rafah gerbang Gaza ke Mesir rencananya dibuka kembali secara terbatas. Pembukaan itu sejatinya adalah bagian krusial dari fase kedua gencatan senjata yang dimediasi AS. Bagi warga Gaza yang terjepit, Rafah bukan sekadar perbatasan. Itu adalah napas, jalur penyelamatan untuk evakuasi medis yang sangat mendesak mengingat sebagian besar fasilitas kesehatan mereka kini tinggal puing.
Namun begitu, realita di lapangan bicara lebih keras. Serangan Sabtu itu adalah pengingat pahit bahwa bara konflik masih menyala. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat korban tewas warga Palestina akibat serangan sejak gencatan dimulai 10 Oktober telah melampaui angka 500 orang.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas militer Israel belum memberikan pernyataan atau tanggapan resmi terkait insiden terbaru ini. Keheningan mereka meninggalkan tanda tanya besar di tengah duka yang kembali menyelimuti Gaza.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu