Namun begitu, sindirannya tak berhenti di situ. Gus Umar juga menyentuh persoalan yang lebih sensitif, yakni soal kekuasaan yang ia nilai semakin terpusat.
“Satu keluarga benar-benar haus kekuasaan,” tegasnya tanpa tedeng aling-aling.
Pernyataan keras itu langsung memicu gelombang reaksi. Di jagat maya, komentar warganet terbelah. Banyak yang setuju, merasa kritik Umar tepat sasaran dan mencerminkan kekhawatiran publik tentang menguatnya politik dinasti. Tapi di sisi lain, tak sedikit yang membela Kaesang. Argumennya, setiap orang punya hak untuk berubah pikiran, dan terjun ke politik adalah hak konstitusional siapa saja.
Hingga saat ini, suasana masih hangat. Baik dari kubu Kaesang Pangarep maupun dari pengurus PSI, belum ada tanggapan resmi yang dikeluarkan. Kita tunggu saja bagaimana cerita ini berlanjut.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral