Namun begitu, sindirannya tak berhenti di situ. Gus Umar juga menyentuh persoalan yang lebih sensitif, yakni soal kekuasaan yang ia nilai semakin terpusat.
“Satu keluarga benar-benar haus kekuasaan,” tegasnya tanpa tedeng aling-aling.
Pernyataan keras itu langsung memicu gelombang reaksi. Di jagat maya, komentar warganet terbelah. Banyak yang setuju, merasa kritik Umar tepat sasaran dan mencerminkan kekhawatiran publik tentang menguatnya politik dinasti. Tapi di sisi lain, tak sedikit yang membela Kaesang. Argumennya, setiap orang punya hak untuk berubah pikiran, dan terjun ke politik adalah hak konstitusional siapa saja.
Hingga saat ini, suasana masih hangat. Baik dari kubu Kaesang Pangarep maupun dari pengurus PSI, belum ada tanggapan resmi yang dikeluarkan. Kita tunggu saja bagaimana cerita ini berlanjut.
Artikel Terkait
Analis Bongkar Kaitan MSCI dan Anjloknya IHSG: Jangan Jadi Serigala Berbulu Domba
Anak Muda dan Waktu yang Bocor: Saat Sibuk Hanya Jadi Topeng
BPOM Buru Iklan Gas Whip Pink yang Incar Gen Z untuk Efek Halusinasi
China Perketat Patroli di Scarborough Shoal, Tanggapi Latihan Militer AS-Filipina