"Kementerian Luar Negeri memerintahkan pegawai pemerintahan non-darurat bersama keluarganya untuk meninggalkan Niger, karena alasan keamanan,"
Demikian pernyataan resmi Kemlu AS yang dikutip AFP, Sabtu (31/1).
Ini bukan insiden pertama. Kelompok afiliasi ISIS di wilayah Sahel memang sedang gencar-gencarnya. Dalam beberapa bulan terakhir saja, mereka telah menorehkan catatan kelam. Serangan di wilayah Tillaberi pada September lalu menewaskan 120 orang. Lalu, pada Oktober, mereka berhasil menculik seorang pilot berkebangsaan Amerika. Situasinya benar-benar memanas.
Jadi, imbauan untuk meninggalkan Niger itu bukan tanpa alasan. Keamanan di sana benar-benar di ujung tanduk.
Artikel Terkait
Anggota Polisi Syariah di Aceh Merasakan Cambuk Pertama Kalinya
Jokowi Siap Bekerja Mati-Matian untuk PSI, Targetkan Struktur Lengkap Akhir 2026
Gus Umar Sindir Kaesang: Macam Betul Aja Kau Ngomong, Dulu Bilang Tak Mau Politik
Kebuntuan di Washington Picu Shutdown, Layanan Publik Terancam Lumpuh