Pemerintah Amerika Serikat baru saja mengeluarkan peringatan keras. Kementerian Luar Negeri mereka memerintahkan seluruh pegawai non-darurat, beserta keluarga, untuk segera meninggalkan Niger. Langkah ini diambil menyusul situasi keamanan yang makin genting.
Pemicunya adalah sebuah serangan di Bandara Niamey, ibu kota Niger, yang terjadi pada Jumat (30/1). ISIS, lewat pernyataan resmi, mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut.
Menurut sejumlah saksi, para pelaku datang menggunakan sepeda motor. Untungnya, petugas keamanan berhasil memukul mundur mereka. Meski begitu, dampaknya cukup parah. Empat tentara Niger mengalami luka-luka. Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah pesawat sipil di bandara itu turut mengalami kerusakan.
ISIS menggambarkan aksinya sebagai "serangan mendadak dan terkoordinasi" yang berhasil menimbulkan "kerusakan signifikan". Namun begitu, kelompok itu tidak memberikan rincian lebih lanjut soal kondisi di lapangan.
Artikel Terkait
Anggota Polisi Syariah di Aceh Merasakan Cambuk Pertama Kalinya
Jokowi Siap Bekerja Mati-Matian untuk PSI, Targetkan Struktur Lengkap Akhir 2026
Gus Umar Sindir Kaesang: Macam Betul Aja Kau Ngomong, Dulu Bilang Tak Mau Politik
Kebuntuan di Washington Picu Shutdown, Layanan Publik Terancam Lumpuh