Di Balik Viralnya Lea: Perjuangan Seorang Ibu Melawan Kanker di Rumah Kontrakan Hijau

- Jumat, 30 Januari 2026 | 21:36 WIB
Di Balik Viralnya Lea: Perjuangan Seorang Ibu Melawan Kanker di Rumah Kontrakan Hijau

Rasanya seperti tulang dilepas, badannya lemas. Apalagi jika si bungsu tertidur dan harus digendong. “Pernah jatuh di Trans Jogja. Saking lemasnya nggak ada tenaganya,” kenangnya pilu.

Sebenarnya dia bisa naik motor, tapi tak punya. Sebelum sakit, Rubiyanti kerja serabutan, salah satunya membungkus wedang uwuh. Kini, untuk sementara dia berhenti. “Ini berhenti dulu,” ucapnya lirih.

Harapan dan Perhatian yang Tak Terduga

Namun begitu, beberapa hari terakhir rumah kontrakan hijau itu ramai. Banyak tamu datang, dari dinas pemerintah, polisi, hingga anggota dewan. Perhatian dan bantuan mengalir, baik moral maupun materi. Rubiyanti mengaku terharu.

“Banyak bantuan. Aku juga kaget,” katanya. “Malamnya sedih banget nangis… Ya Allah, anakku niatnya juga cuma nitipin, nggak nyangka seperti ini.”

Sekarang, harapannya cuma satu: sembuh. Ingin kembali bekerja, merawat anak-anak, dan membesarkan mereka. Termasuk mewujudkan cita-cita tertinggi Lea: menjadi dokter.

“Pokoknya pengin sembuh. Kasihan anak-anak masih kecil,” tekadnya.

“Semoga cita-citanya Lea bisa tercapai. Anaknya itu nggak pernah marah, nurut sekali sama saya. Saya sering sedih lihatnya, sekolah jauh naik sepeda.”

Di antara para tamu yang datang, hadir juga Anggota DPR RI My Esti Wijayati. Sebagai penyintas kanker, dia membagikan pengalaman untuk menyemangati Rubiyanti.

“Saya mencoba membagikan pengalaman karena sama-sama penderita kanker,” kata My Esti.

“Beliau ini baru stadium 2, saya dulu vonis pertamanya stadium 3 mendekati 4. Ini memberi penguatan sekaligus kiat-kiat supaya lebih sehat dan melampaui proses pengobatan ini dengan baik.”


Halaman:

Komentar