Masih ingat Lea? Bocah sembilan tahun yang viral karena terpaksa membawa adik balitanya ke sekolah. Ibunya, Rubiyanti, harus bolak-balik rumah sakit untuk terapi. Kisah keluarga dari Kulon Progo itu ternyata menyentuh banyak hati.
Jumat lalu, kami akhirnya bertemu dengan sang ibu di rumah kontrakannya di Klebakan. Rumah berwarna hijau itu sederhana saja, disewa Rp 450 ribu sebulan. Belum lagi biaya listrik dan air yang bisa mencapai tiga ratus ribuan. Tapi di situlah Rubiyanti, perempuan 36 tahun itu, berjuang melawan kanker sekaligus membesarkan ketiga anaknya.
“Awal sakitnya Mei 2025,” kenang Rubiyanti.
Perjalanannya berat. Setelah operasi, dia menjalani enam kali kemoterapi. Belum selesai, kini dia harus menghadapi 30 sesi radioterapi. Saat kami bertemu, dia sudah menyelesaikan 22 kali. Terapi itu dijalani lima hari seminggu, Senin sampai Jumat. Itulah alasan Lea membawa adiknya, Reyfan, yang masih empat tahun, ke kelas.
Anak bungsunya yang baru dua setengah tahun, terpaksa dia bawa sendiri ke rumah sakit.
Nyaris Menyerah di Tengah Jalan
Baru enam kali radioterapi, Rubiyanti sempat ingin berhenti. Lelah fisik bercampur bingung tidak ada yang bisa menitipkan anak-anaknya. Dia merasa tidak enak jika harus menitipkan dua balita sekaligus ke perawat.
“Aku rembukan sama Kakak, Kak Lea,” ujarnya. “’Adik gimana enaknya?’ Terus Kakak itu bilang, ‘Dibilangke sama Bu Kepala Sekolah saja, nanti ikut Lea’. Saya izin bu guru, bu guru mengizinkan. Paginya tak suruh bawa.”
Begitulah akhirnya. Setiap pagi, Lea berangkat sekolah dengan membonceng adiknya.
Perjalanan Empat Jam yang Melelahkan
Rubiyanti berobat ke RSUD Hardjolukito di Bantul. Tanpa kendaraan pribadi, dia mengandalkan bus. Pulang pergi, habis empat jam. “Saya cuma ngebus, nggak ada armada gitu,” katanya. “Angkutan dari Gamping ke sini maksimal jam satu siang. Makanya saya ngejar yang pagi.”
Praktis, seharian tersita. Kelelahan kerap menghampiri, baik bagi Rubiyanti maupun anak bungsunya yang ikut dalam perjalanan panjang. “Iya capai. Habis di perjalanan,” keluhnya.
Artikel Terkait
Gerbong Penuh Penumpang Diserang, Ukraina Kecam Rusia Lakukan Teror di Rel Kereta
Syaban, Bulanku Kata Rasulullah: Jembatan Sunyi Menuju Ramadan
Ribuan Pejabat Serbu Sentul, Warga Diminta Waspadai Macet
Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang