Jika ada penumpang bergejala, protokolnya jelas: dirujuk ke rumah sakit rujukan di Denpasar. Sandi juga mengimbau penumpang proaktif menjaga kesehatan dan melapor jika merasakan gejala seperti demam.
Respons Indonesia: Skrining Otomatis, Tapi Belum Masif
Bagaimana respons pemerintah Indonesia? Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus angkat bicara. Ia mengakui Nipah adalah virus mematikan, namun menenangkan.
Menurutnya, virus ini belum sampai ke Indonesia. India sendiri disebutnya sudah melakukan lockdown lokal untuk mencegah penyebaran. Untuk antisipasi, Indonesia mengandalkan skrining suhu di bandara.
Kabar Baik dari IDAI: Belum Ada Kasus pada Manusia
Dari sisi ahli, ada kabar yang cukup melegakan. Prof. Dr. dr. Dominicus Husada dari IDAI menyatakan, virus Nipah belum pernah ditemukan menginfeksi manusia di Indonesia.
Penelitian Kemenkes tahun 2023 memang menemukan virus ini pada kelelawar pemakan buah di Sumatera Utara. Itu artinya reservoir virus ada di sini. Sayangnya, jalan masih panjang untuk pencegahan. Vaksin yang sedang diuji coba di Inggris baru masuk tahap dua, butuh waktu bertahun-tahun lagi sebelum bisa digunakan.
Jadi, situasinya seperti ini: ancaman di depan mata, persiapan belum sempurna, tapi kewaspadaan mulai ditingkatkan. Semoga cukup.
Artikel Terkait
Bali Perketat Pengawasan Penumpang India Usai KLB Virus Nipah Dikeluarkan
Bocah di Cisarua: Berdiri Menunggu Teman yang Tertimbun Longsor
Senandung Belajar Kembali di SDN 101305 Usah Terendam Banjir
Niscemi Terbelah: Longsor Raksasa Sisisia Ubah Permukiman Jadi Zona Merah