Menurut Sandi, arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jelas. Polri sedang dalam fase transformasi besar-besaran. Fokusnya bukan cuma pengamanan semata. Mereka juga membuka ruang lebar-lebar untuk masukan dan kritik konstruktif dari masyarakat biasa. Tujuannya? Agar tata kelola kepolisian makin transparan dan akuntabel. Ini sejalan dengan semangat reformasi yang memang dinanti-nanti.
Di sisi lain, loyalitas Polri di bawah kepemimpinan Presiden disebutnya sebagai harga mati. Ini penting untuk mendukung agenda pembangunan bangsa. Polri, dengan kata Sandi, akan tetap jadi garda terdepan penjaga stabilitas nasional. Dengan begitu, program-program unggulan pemerintah bisa berjalan tanpa hambatan berarti.
“Sebagaimana tagline Polri untuk masyarakat, kami berkomitmen dan siap untuk terus bekerja keras. Kami terus melakukan perbaikan tata kelola agar menjadi institusi yang diharapkan oleh masyarakat,” ujar Sandi.
Pada akhirnya, sinergi antara Polri dan masyarakat dianggapnya sebagai kunci utama. Kunci untuk menjaga kedaulatan dan kedamaian di Tanah Air.
“Polri akan terus loyal dan bekerja sama secara maksimal di bawah Presiden Republik Indonesia untuk mendukung program-program unggulan dalam rangka pembangunan bangsa dan negara,” tutupnya.
Artikel Terkait
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang