"Dengan adanya pembangunan tersebut, diperkirakan akan menyerap sekitar 80 ribu tenaga kerja dan mempercepat perputaran rantai perekonomian," tuturnya.
Soal lokasi, hunian ini dirancang tak jauh dari pusat keramaian. Strategis. Dekat dengan pusat ekonomi, dan yang penting akses ke fasilitas umum juga dipastikan memadai.
"Lokasi hunian sangat dekat dengan perkotaan dan akses fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, perkantoran, pabrik, serta jalan besar," jelas Teddy lebih lanjut.
Di sisi lain, arahan dari Presiden Prabowo cukup jelas. Pembangunan perumahan rakyat ini adalah bagian dari strategi besar pemulihan ekonomi. Sekaligus, tentu saja, upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah akan tempat tinggal yang layak dan harganya tak menguras kantong.
"Presiden menginginkan pembangunan rumah bersubsidi ini berjalan cepat dengan pemangkasan perizinan serta biaya administrasi agar dampaknya terhadap ekonomi bisa segera dirasakan masyarakat," pungkas Teddy menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral