BOJONEGORO Warga Jawa Timur perlu bersiap. BMKG Stasiun Juanda Sidoarjo baru saja mengeluarkan peringatan dini tentang cuaca ekstrem yang bakal melanda. Potensi hujan lebat, yang bisa memicu sederet bencana hidrometeorologi, diprediksi terjadi mulai 1 hingga 10 Januari 2026 mendatang. Situasinya cukup serius.
Menurut Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, seluruh wilayah Jatim kini sudah masuk musim hujan. Bahkan, beberapa daerah diduga sudah mencapai fase puncaknya. Artinya, intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan bukan main-main.
Lalu, apa penyebabnya? Taufiq membeberkan sejumlah faktor. Monsun Asia yang aktif jadi salah satu pemicu. Ditambah lagi, ada gangguan gelombang atmosfer seperti Low Frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di atas Jawa Timur. Belum lagi suhu permukaan laut di Selat Madura yang masih hangat kondisi ini seperti bahan bakar tambahan bagi pembentukan awan hujan.
“Kondisi atmosfer lokal yang labil mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif,” katanya menerangkan. Awan-awan itulah yang nantinya berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat, lengkap dengan petir dan angin kencang yang mengikutinya.
Dampaknya bisa beragam dan mengkhawatirkan. BMKG menyebutkan ancaman mulai dari banjir biasa, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang dan puting beliung. Bahkan, hujan es pun bukan tak mungkin terjadi. Makanya, imbauan untuk waspada terus digaungkan, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah rawan.
Artikel Terkait
Tiga Polisi Lumajang Naik Pangkat Usai Sabet Emas SEA Games
Di Stasiun Bersejarah, Zohran Mamdani Dilantik sebagai Wali Kota Muslim Pertama New York
Prabowo Buka Suara: Kenapa Bencana Sumatera Tak Ditetapkan Nasional?
Cekcok dengan Pasangan Picu Tabrakan Beruntun 5 Mobil di BSD