Hanoi, Kamis (29/1) – Hubungan Vietnam dan Uni Eropa resmi naik kelas. Keduanya sepakat meningkatkan kemitraan ke tingkat tertinggi, sebuah langkah strategis di tengah gejolak dunia yang makin tak menentu.
Memang, kesepakatan ini lebih bersifat diplomatik dan tak mengikat secara hukum. Tapi momentumnya menarik. Keputusan untuk mempererat ikatan justru datang saat Vietnam dan beberapa negara Eropa sama-sama merasakan tekanan perdagangan, termasuk kenaikan bea masuk dari Amerika Serikat.
Di Istana Kepresidenan Hanoi, Presiden Vietnam Luong Cuong menyambut gembira pencapaian ini.
Antonio Costa sendiri tak kalah antusias. Ia memuji kesepakatan yang baru saja diteken itu.
Ia lalu menambahkan, dengan nada lebih serius, “Pada saat tatanan internasional berbasis aturan terancam dari berbagai pihak, kita perlu mulai berdiri berdampingan sebagai mitra yang dapat diandalkan dan dapat diprediksi.”
Artikel Terkait
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran