Naiknya level hubungan ini bukan sekadar simbol. Dampak praktisnya, pertemuan rutin pejabat tinggi kedua kubu akan lebih sering digelar ke depan. Sebenarnya, Vietnam bukan baru dalam hal ini. Negeri itu sebelumnya sudah punya kemitraan setingkat dengan AS, China, dan Rusia.
Menurut pernyataan bersama, kerja sama yang akan digali mencakup banyak bidang. Mulai dari pertahanan, mineral penting, sampai semikonduktor yang lagi panas. Sektor transportasi dan infrastruktur komunikasi juga masuk dalam agenda.
Namun begitu, bukan berarti semuanya mulus. Costa dengan jujur mengakui masih ada sejumlah perbedaan pandangan yang dalam antara Brussels dan Hanoi. Isu Hak Asasi Manusia, misalnya. Lalu ada juga soal perang di Ukraina – Vietnam dikenal sebagai mitra lama Rusia, sang penyerang.
Meski begitu, kedua pihak berusaha mencari common ground.
Jadi, langkah ini lebih dari sekadar peningkatan status. Ini adalah sinyal politik, sebuah upaya untuk saling mendekat di tengah peta geopolitik global yang terus berubah dengan cepat.
Artikel Terkait
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran