Naiknya level hubungan ini bukan sekadar simbol. Dampak praktisnya, pertemuan rutin pejabat tinggi kedua kubu akan lebih sering digelar ke depan. Sebenarnya, Vietnam bukan baru dalam hal ini. Negeri itu sebelumnya sudah punya kemitraan setingkat dengan AS, China, dan Rusia.
Menurut pernyataan bersama, kerja sama yang akan digali mencakup banyak bidang. Mulai dari pertahanan, mineral penting, sampai semikonduktor yang lagi panas. Sektor transportasi dan infrastruktur komunikasi juga masuk dalam agenda.
Namun begitu, bukan berarti semuanya mulus. Costa dengan jujur mengakui masih ada sejumlah perbedaan pandangan yang dalam antara Brussels dan Hanoi. Isu Hak Asasi Manusia, misalnya. Lalu ada juga soal perang di Ukraina – Vietnam dikenal sebagai mitra lama Rusia, sang penyerang.
Meski begitu, kedua pihak berusaha mencari common ground.
Jadi, langkah ini lebih dari sekadar peningkatan status. Ini adalah sinyal politik, sebuah upaya untuk saling mendekat di tengah peta geopolitik global yang terus berubah dengan cepat.
Artikel Terkait
Masjid Kampus dan Ancaman Penjinakan Birokrasi
Hujan Deras Hentikan Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, 55 Jenazah Berhasil Dievakuasi
Dua Aktivis Demo Divonis 7 Bulan Bui Akibat Rusak Mobil Pejabat
Ganti Petugas, Retribusi Pariwisata Gunungkidul Melonjak Rp4,3 Miliar