Ajakan ini sejalan dengan fatwa MUI yang sudah ada.
Di sisi lain, Arsad Hidayat, selaku Direktur Urusan Agama Islam, memberi info tambahan. Tahun ini, Kemenag berencana mengirim tim ahli ke lokasi-lokasi yang dianggap potensial untuk melihat hilal dengan jelas. Bahkan, ada wacana untuk memakai masjid di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru diresmikan itu sebagai titik rukyat.
“Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal,” kata Arsad.
Tak cuma itu, Arsad menyebutkan bahwa Kemenag sedang menyiapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) baru. Aturan ini nantinya akan jadi dasar hukum yang lebih kuat untuk pelaksanaan Sidang Isbat, sekaligus menjawab keingintahuan masyarakat soal landasannya.
Keputusan Muhammadiyah: Puasa Dimulai 18 Februari
Sementara pemerintah masih akan bermusyawarah, Muhammadiyah sudah lebih dulu mengambil keputusan. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Ketetapan ini tertuang dalam maklumat bernomor 01/MLM/I.1/B/2026.
Untuk Idul Fitri, organisasi Islam itu menetapkan tanggal 20 Maret 2026, yang bertepatan dengan hari Jumat.
Artikel Terkait
Turki Siapkan Dua Jalur: Mediasi dan Pagar Perbatasan Hadapi Ketegangan AS-Iran
Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Panglima TNI Hadir Dukung Langkah Strategis
Menggagas DHKSI: Jembatan Daerah Menuju Panggung Global
Menyapu Saat Imlek: Mitos Pengusir Rezeki atau Sekadar Simbol Budaya?