"Kami izin sampaikan bahwa awalnya kami men-detect adalah satu puncak titik dari pusat longsor yang kami sebut adalah 'mahkota longsor'. Dari titik mahkota longsor sampai dampak longsoran yang terbawah ini mencapai 2.009 meter,"
ucap Syafii dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR.
Tapi ternyata, ceritanya lebih kompleks. Menurut Syafii, ada dua mahkota yang terlibat.
"Ternyata mahkota longsor tidak di ketinggian itu sebenarnya awalnya. Jadi di puncak Gunung Burangrang itu ternyata ada mahkota yang pertama. Ternyata dari longsoran ini menciptakan longsoran kedua dengan mahkota itulah. Jadi langsung menimpa dalam bukit yang besar ini dan berdampak seperti ini"
Jadi, runtuhnya mahkota pertama di puncak memicu longsoran sekunder yang jauh lebih besar. Rantai kejadian inilah yang akhirnya menghancurkan apa yang ada di bawahnya. Sementara di lapangan, tim gabungan masih berjuang, berharap menemukan tanda-tanda kehidupan di antara tumpukan tanah dan bebatuan.
Artikel Terkait
Sekretariat Kabinet Terangi Malam, Bahas Pemulihan Aceh Bersama Gubernur
SPPG Kudus Terancam Sanksi Berat Usai Insiden Keracunan Siswa
PAN Usulkan Penghapusan Ambang Batas, Suara Belasan Juta Pemilih Tak Boleh Lagi Menguap
Tim Advokasi Soroti Laporan Polisi Eggi-Damai: Skenario Pecah Belah untuk Lindungi Istana