Pabrik Herbal di Gunung Putri Ludes Dilahap Api, Lima Unit Damkar Dikerahkan

- Jumat, 16 Januari 2026 | 11:45 WIB
Pabrik Herbal di Gunung Putri Ludes Dilahap Api, Lima Unit Damkar Dikerahkan

Asap hitam pekat tiba-tiba membubung tinggi di langit Gunung Putri, Bogor, Jumat siang (16/1/2026). Sumbernya? Sebuah pabrik pengolahan obat herbal yang dilalap si jago merah. Lima unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi situasi yang mencemaskan itu.

Komandan Pemadam Kebakaran Sektor Gunung Putri, Hendra, mengonfirmasi kejadian ini.

"Betul, saat ini sedang penanganan, anggota masih bekerja. Itu pabrik yang terbakar," ujarnya.

Dari video yang beredar, suasana terlihat cukup mencekam. Api berkobar hebat dari bangunan pabrik, disertai kepulan asap gelap yang mengepul. Beberapa orang terlihat berlarian, ada yang mencari alat untuk ikut memadamkan, tak sedikit pula yang berusaha menjauh dari lokasi demi keselamatan.

Hendra menjelaskan, upaya pemadaman masih terus berjalan. Saat ini, empat unit damkar sudah berada di titik kejadian. Rinciannya, tiga unit dari Sektor Gunung Putri dan satu unit dari Cileungsi. Mereka juga masih menunggu bantuan satu unit lagi dari Babakan Madang.

"Untuk unit kebakaran, sementara dari (Sektor) Gunung Putri 3 unit sudah di lokasi, (Sektor) Cileungsi 1 unit, terus rencana ada bantuan dan Babakan Madang satu unit," jelas Hendra.

Menurutnya, api begitu cepat membesar dan merambat. Penyebabnya diduga karena banyaknya bahan baku mudah terbakar yang tersimpan di dalam pabrik. Hal ini justru jadi tantangan berat bagi petugas.

"Tadi sebenarnya sudah proses pendinginan, cuma ada muncul lagi, ada titik yang menyala lagi," kata Hendra menggambarkan kesulitan yang dihadapi.

Ia menambahkan, tumpukan barang yang menghalangi membuat proses pendinginan tak berjalan mulus. Bahan baku yang tertutup itu seperti bara dalam sekam, menyulut kembali titik-titik api yang sempat dianggap padam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar