Kenapa sederhana? Karena kejujuran tak butuh dalih atau cerita tambahan.
Tapi kebohongan? Ia butuh alibi, rekayasa, dan satu kebohongan harus ditutupi oleh kebohongan lain. Tidak cuma rumit, tapi juga melelahkan.
Lalu, mana yang benar? Pada ijazah Joko Widodo yang beredar luas yang pertama kali diposting oleh Dian Sandi, kader PSI tertanggal 5 November 1985. Artinya, video monolog pertama yang lebih cocok. Lho, kok malah video kedua yang lebih baru justru salah? Kalau begitu, bisa dibayangkan bagaimana kacaunya jika ada video ketiga.
Di sisi lain, situasi ini membuat kita bertanya-tanya. Agaknya, kebenaran utuh soal ini belum akan terungkap. Bahkan, mungkin tak akan pernah kita ketahui.
[VIDEO]
Jokowi 2x lulus dari UGM
Lulus pertama 5 November 1985
Lulus kedua 23 oktober 1985.
Ttd:
Ova Emilia
Rektor @UGMYogyakarta
Artikel Terkait
Anggaran 2025 untuk Lumbung Pangan 2024: Praktik Cepat Saji yang Mengundang Tanda Tanya
Modifikasi Cuaca DKI Diterjang Kritik: Boros Anggaran dan Diragukan Efektivitasnya
Direktur BEI Lempar Bola Panas ke Purbaya Usai IHSG Anjlok 7%
Habiburokhman Bantah Isu Ketidakloyalan Kapolri ke Presiden Prabowo