Kekeliruan Rektor UGM Terungkap
Oleh: Erizal
Baru-baru ini, publik dibuat tercengang. Ternyata, ada perbedaan mencolok antara dua video monolog resmi Rektor UGM, Ova Emilia. Dalam video pertama, ia menyebut tanggal kelulusan Jokowi adalah 5 November 1985. Namun, di video kedua, angkanya berubah menjadi 23 Oktober 1985. Padahal, ini kan video resmi kampus. Seharusnya, informasi sekecil apa pun dicek berulang kali agar akurat.
Menurut sejumlah saksi, video monolog pertama itu dibuat sekitar Agustus. Sementara versi keduanya muncul ke publik pada bulan November. Awalnya, saya malah berharap ada video monolog ketiga. Harapannya, untuk menjawab kebingungan publik setelah munculnya dokumen ijazah Bambang Budy Harto di sidang Citizen Lawsuit. Lucu juga, ya? Tahun dan fakultasnya sama, tapi bentuk fisik ijazahnya beda.
Nah, kalau sampai dibuat video ketiga, jangan-jangan tahun kelulusannya berubah lagi. Atau malah ada detail lain yang berbeda. Faktanya, video kedua justru membantah pernyataan di video pertama. Makanya, menurut saya, Rektor UGM sudah tepat untuk tidak membuat video penjelasan lagi. Netizen kita ini memang luar biasa teliti. Baru sadar sekarang, padahal kasusnya sudah berjalan lama. Dikira rekayasa AI, ternyata asli dari sumber resmi.
Ada ungkapan yang belakangan sering kita dengar: kejujuran itu sederhana, sementara kebohongan itu rumit.
Artikel Terkait
Anggaran 2025 untuk Lumbung Pangan 2024: Praktik Cepat Saji yang Mengundang Tanda Tanya
Modifikasi Cuaca DKI Diterjang Kritik: Boros Anggaran dan Diragukan Efektivitasnya
Direktur BEI Lempar Bola Panas ke Purbaya Usai IHSG Anjlok 7%
Habiburokhman Bantah Isu Ketidakloyalan Kapolri ke Presiden Prabowo