Rupanya, Khozinudin dianggap sebagai batu sandungan. Ia mengungkap ada upaya sistematis untuk menghentikan kasus ini, lengkap dengan pendekatan personal ke sejumlah pihak. Nama-nama seperti Farhat Abbas dan Ade Darmawan disebutnya terlibat dalam komunikasi tertentu.
Bahkan, ada cerita tentang Farhat Abbas yang mencoba membujuk rekan-rekannya agar Khozinudin mau diajak ke Solo. “Jawaban saya pasti tidak. Saya tidak akan berdamai,” katanya mantap.
Tekanan itu ternyata datang dari mana-mana. Penyidik pun, kata dia, sempat mengeluh kelelahan dan menyarankan perkara dihentikan. Tak hanya itu, ada juga pendekatan terhadap Kurnia Tri Royani oleh seorang penyidik perempuan di luar ruang pemeriksaan.
Khozinudin sebenarnya sudah mengingatkan. Siapa pun yang berdamai dengan Jokowi, berarti mengkhianati rakyat. Tapi nasihatnya kalah. “Rayuan SP3 ternyata lebih memiliki daya magis dibanding peringatan moral yang saya sampaikan,” ucapnya lirih.
Hingga saat ini, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis belum memberikan tanggapan resmi. Sementara laporan terhadap Khozinudin masih diproses di Polda Metro Jaya, terus jadi sorotan. Perpecahan ini, nyatanya, lebih dari sekadar konflik internal tapi pertanda perjuangan yang mungkin sudah sampai di ujung jalan.
Artikel Terkait
PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman untuk Lebaran di Sulsel, Sultra, dan Sulbar
LPSK Berikan Perlindungan Darurat kepada Aktivis KontraS Korban Siraman Air Keras
KPK Tangkap Lima Kepala Daerah Aktif dalam OTT Sepanjang Awal 2026
KPK Tangkap Bupati Cilacap Diduga Peras SKPD Libatkan Satpol PP