Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah

- Rabu, 28 Januari 2026 | 21:18 WIB
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah

“Alhamdulillah, lebih bertanggung jawab walaupun [dia] agak konyol,” ujar Resmina. Kalimat terakhir itu disambut gelak tawa seluruh hadirin.

Kisah serupa datang dari Naira Intan Safitri. Baginya, Sekolah Rakyat benar-benar mengubah hidup. Selain bisa belajar dengan tenang, dia kini bisa makan tiga kali sehari dengan teratur. Hal sederhana yang dulu belum tentu bisa.

“Dulu di rumah, kadang cuma sekali makan. Kalau ada rezeki, ya dua kali. Alhamdulillah sekarang sudah bisa sekolah,” tutur Naira.

Ayahnya, Warli, pun merasa lega. Dia senang putrinya mendapat kesempatan emas untuk belajar di sini.

Di sisi lain, perhatian juga datang dari Sudrajad Djiwandono. Ekonom sepuh berusia 87 tahun itu menyatakan kebanggaannya pada program ini. Dia mendukung penuh hak setiap anak untuk belajar.

Menurutnya, jumlah Sekolah Rakyat yang kini mencapai 166 unit adalah awal yang bagus. Langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan di Indonesia, yang pada ujungnya bisa membawa negeri ini berjaya.

“Sebagai orang tua, saya merasa aman,” jelas mantan Gubernur BI itu.

“Generasi mendatang akan diisi orang-orang yang bisa dipercaya, punya kepribadian dan dasar pendidikan kuat, serta punya jiwa kepemimpinan untuk meneruskan estafet kita nanti.”

Dia melanjutkan, dengan begitu masa depan bangsa bisa dikatakan berada di tangan yang bertanggung jawab.

“Tentu, kita sertakan juga kasih dan rahmat Tuhan. Tanpa itu, semua usaha bisa saja gagal. Tapi dengan kerja keras dan doa, saya yakin Indonesia di masa depan betul-betul akan berjaya. Bukan cuma di usia seratus tahun republik, tapi jauh setelah itu kita akan semakin maju,” pungkas Sudrajad.


Halaman:

Komentar