Untuk mewujudkannya, Kementerian PKP melibatkan 50 arsitek dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta. Bayangkan, setiap arsitek akan mengurusi satu unit rumah. Mereka bertanggung jawab merancang dan menata ulang tempat tinggal warga, satu per satu. Pendekatannya jadi lebih personal, bukan sekadar proyek massal.
Di sisi lain, perbaikannya nggak berhenti di depan pintu rumah. Fasilitas lingkungan juga akan ditingkatkan. Tujuannya jelas: mendukung konsep kampung tematik sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan. Program ini pada intinya ingin mengangkat martabat permukiman.
Selama ini, Menteng Tenggulun memang dikenal sebagai kantong padat penduduk di tengah gemerlap Menteng. Pemerintah berharap, transformasi ini nantinya bisa jadi contoh. Bagaimana menata kampung kota di tengah tekanan perkotaan yang makin keras, tanpa menghilangkan jiwa dan komunitas yang sudah ada di dalamnya.
Artikel Terkait
Berbuka Puasa di Denpasar Hari Ini Pukul 18.36 WITA
Bamsoet Ingatkan Wacana KPU sebagai Pilar Keempat Perlu Kajian Mendalam
PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman untuk Lebaran di Sulsel, Sultra, dan Sulbar
LPSK Berikan Perlindungan Darurat kepada Aktivis KontraS Korban Siraman Air Keras