Untuk mewujudkannya, Kementerian PKP melibatkan 50 arsitek dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta. Bayangkan, setiap arsitek akan mengurusi satu unit rumah. Mereka bertanggung jawab merancang dan menata ulang tempat tinggal warga, satu per satu. Pendekatannya jadi lebih personal, bukan sekadar proyek massal.
Di sisi lain, perbaikannya nggak berhenti di depan pintu rumah. Fasilitas lingkungan juga akan ditingkatkan. Tujuannya jelas: mendukung konsep kampung tematik sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan. Program ini pada intinya ingin mengangkat martabat permukiman.
Selama ini, Menteng Tenggulun memang dikenal sebagai kantong padat penduduk di tengah gemerlap Menteng. Pemerintah berharap, transformasi ini nantinya bisa jadi contoh. Bagaimana menata kampung kota di tengah tekanan perkotaan yang makin keras, tanpa menghilangkan jiwa dan komunitas yang sudah ada di dalamnya.
Artikel Terkait
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak
KPK Buka Suara: Gaji Tak Merata hingga Persepsi Korupsi sebagai Hak Istimewa
KPK Naikkan Batas Hadiah yang Tak Perlu Dilaporkan, Kini Rp 1,5 Juta