Video Viral Soroti Kemacetan Kapal di Muara Angke, Gubernur DKI Turun Tangan

- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:54 WIB
Video Viral Soroti Kemacetan Kapal di Muara Angke, Gubernur DKI Turun Tangan

Video yang beredar di media sosial beberapa waktu belakangan ini benar-benar menyoroti kekacauan di Muara Angke. Tampak jelas, puluhan kapal menumpuk tak karuan di pelabuhan itu, membuat yang sudah bersandar sulit sekali untuk keluar. Pemandangan semrawut inilah yang kemudian memantik perhatian Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui ada masalah serius di sana. Menurutnya, akar persoalannya ada di pengaturan lalu lintas kapal, bukan di daratan.

“Jadi sebenarnya itu kan menyangkut kapal keluar-masuk, bukan menyangkut di daratannya, pengaturan kapalnya,”

kata Pramono usai sebuah acara di Balai Kota, Rabu lalu.

Ia sudah memerintahkan jajarannya untuk bergerak. Dishub DKI diminta berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna mencari solusi atas kemacetan kapal ini.

“Saya juga sudah meminta kepada Dinas Perhubungan dan juga KKP untuk selalu bekerja sama menangani persoalan itu,”

tegasnya.

Dari pantauannya, masalahnya sebenarnya sederhana tapi menjengkelkan: soal ketidaktertiban dan ego para pemilik kapal. Pramono menggambarkan, seringkali kapal yang di depan ogah beranjak, sementara yang di belakang juga enggan mengalah. Situasi buntu yang akhirnya berlarut-larut.

“Jadi memang persoalannya sebenarnya lebih pada orang bawa perahu yang di depan enggak mau keluar, yang belakang enggak mau anu,”

ujarnya, menggambarkan kondisi di lapangan.

Video viral itu sendiri, kata Pramono, sudah ia tonton. Ia berjanji akan mendorong penyelesaian segera. “Tapi saya akan minta untuk ditangani,” pungkasnya.

Dua Hari Cuma untuk Keluar Pelabuhan

Kekacauan di Muara Angke bukan isapan jempol belaka. Dalam video yang beredar, pelapor mengeluhkan betapa padat dan ruwetnya antrean di sana. Efeknya langsung terasa: kapal yang mau beraktivitas terhambat total.

Yang biasanya cuma butuh sepuluh menit untuk keluar, kini bisa makan waktu dua sampai tiga hari! Itu pun harus dibantu dengan susah payah. Kondisi mengkhawatirkan ini disebut-sebut sudah berlangsung lebih dari sebulan, menimbulkan rasa was-was terutama jika ada keadaan darurat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar