Keberadaan lift ini bukan cuma untuk kemudahan semata. Ia juga akan menjadi penghubung yang mulus ke layanan transportasi umum, terutama halte TransJakarta. Jadi, perpindahan moda transportasi jadi lebih lancar.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa dengan beroperasinya JPO, fasilitas penyeberangan di jalan seperti zebra cross atau pelican crossing akan hilang. Pramono menegaskan hal itu tidak akan terjadi.
"Dan yang paling penting adalah pelican cross-nya tetap berjalan. Sehingga kekhawatiran teman-teman sekalian untuk pengaturan itu tidak difungsikan, tetap berjalan. Sehingga dengan demikian JPO di atasnya jalan, pelican cross-nya (di) jalan," pungkasnya.
Jadi, skemanya nanti adalah pilihan. Masyarakat bisa memilih menyeberang di atas via JPO yang nyaman dan aman, atau tetap lewat bawah dengan fasilitas yang sudah ada. Pemerintah Provinsi sepertinya ingin memastikan semua kebutuhan terakomodasi.
Artikel Terkait
Lima Pemburu Diamankan, Rekaman Kamera Trap Ungkap Dugaan Cedera Macan Tutul
Gubernur Pramono Anung Geram, Desak Satpol PP Ganyut Peredaran Tramadol Ilegal di Tanah Abang
Di Balik Forum Perdamaian: Ketika Diplomasi Indonesia Justru Mengukuhkan Penjajahan
Ketegangan di London: Paspampres Mundur Usai Ditegur Wartawan Inggris