Memasuki babak hidup yang baru, perlahan aku berubah. Nggak lagi nangis berlebihan. Bukan karena rasa itu hilang begitu aja, tapi karena aku belajar ngelola perasaan dengan lebih jujur. Aku paham sekarang, kuat itu bukan berarti menahan semua rasa sakit sendirian. Tapi berani berhenti ketika semuanya udah terlalu menyiksa.
Intinya, aku belajar milih diriku sendiri.
Ngomong-ngomong, tulisan ini bukan buat nyalahin siapa-siapa. Bukan soal siapa yang paling terluka atau paling bersalah. Ini lebih ke soal keberanian. Keberanian buat ngakuin bahwa nggak semua cinta harus dipertahankan sampe habis.
Kadang, bentuk cinta yang paling dewasa ya justru pergi.
Bukan karena nggak sayang.
Tapi karena akhirnya kita memilih untuk tetap utuh, sebagai diri sendiri.
Artikel Terkait
Arsenal Pecah Kebuntuan di Akhir Laga, Kalahkan Everton 2-0
JK Prihatin dan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Chelsea Takluk 1-0 dari Newcastle di Stamford Bridge
Barbershop Tema Peaky Blinders Hadir di Luar Stadion Atletico Madrid untuk Promosi Film