Di sisi lain, Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, juga tak tinggal diam. Sehari sebelum peringatan IRGC, ia sudah menelepon Pangeran Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Percakapan itu ia gunakan untuk menyampaikan kecamannya.
"Ancaman dan operasi psikologis Amerika itu cuma mau ganggu keamanan kawasan. Hasilnya cuma satu: ketidakstabilan," tegas Pezeshkian, menurut pernyataan resmi dari kantornya.
Menurutnya, jalan satu-satunya ya persatuan. Hanya dengan bersatu, negara-negara Islam bisa jamin keamanan dan stabilitas yang langgeng di kawasan ini. Nada bicaranya tegas, tapi sekaligus berusaha merangkul. Situasinya memang rumit. Ketegangan dengan AS memuncak, sementara diplomasi dengan tetangga harus tetap dijaga. Semuanya berjalan berbarengan dalam ketegangan yang nyaris bisa dirasakan di udara.
Artikel Terkait
Barbershop Tema Peaky Blinders Hadir di Luar Stadion Atletico Madrid untuk Promosi Film
BGN Hentikan Sementara Ratusan Dapur MBG di Indonesia Timur karena Tak Miliki Sertifikat Higiene
Bayer Leverkusen dan Bayern Munich Imbang 1-1 dalam Laga Panas Penuh Drama VAR
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open 2026