Di sisi lain, Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, juga tak tinggal diam. Sehari sebelum peringatan IRGC, ia sudah menelepon Pangeran Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Percakapan itu ia gunakan untuk menyampaikan kecamannya.
"Ancaman dan operasi psikologis Amerika itu cuma mau ganggu keamanan kawasan. Hasilnya cuma satu: ketidakstabilan," tegas Pezeshkian, menurut pernyataan resmi dari kantornya.
Menurutnya, jalan satu-satunya ya persatuan. Hanya dengan bersatu, negara-negara Islam bisa jamin keamanan dan stabilitas yang langgeng di kawasan ini. Nada bicaranya tegas, tapi sekaligus berusaha merangkul. Situasinya memang rumit. Ketegangan dengan AS memuncak, sementara diplomasi dengan tetangga harus tetap dijaga. Semuanya berjalan berbarengan dalam ketegangan yang nyaris bisa dirasakan di udara.
Artikel Terkait
Gas Tertawa: Sensasi Fly Sesaat yang Mengintai Nyawa Anak Muda
Api Tak Kunjung Padam, Pabrik di Medan Deli Dilahap Kobaran Semalaman
Badai Salju Tewaskan 30 Jiwa, Ribuan Wilayah AS Terjebak Gelap dan Beku
Indramayu Terendam, Warga Bertahan Demi Jaga Harta yang Tersisa