Meski pergi, Ahok meninggalkan catatan penting. Dia memastikan RKAP yang baru itu sudah dirancang dengan sistem pengadaan yang berbeda. Menurutnya, sistem baru itu berpotensi memberikan efisiensi yang signifikan.
"Tapi di situ saya sudah meninggalkan sebuah catatan, RKAP dengan sistem pengadaan yang baru, harus memberikan penghematan 46 persen, dan direksi semua sudah tanda tangan," ucapnya.
Namun begitu, semua hitung-hitungan bisnis dan rencana efisiensi itu akhirnya bukan jadi hal utama. Inti dari keputusannya untuk angkat kaki dari Pertamina adalah soal politik, titik.
"Nah saya keluar karena alasan politik, beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi," katanya menegaskan.
Dalam sidang yang sama, Ahok hadir untuk memberikan kesaksian yang melibatkan sejumlah terdakwa. Mereka adalah pihak-pihak dari PT Orbit Terminal Merak dan beberapa nama lain seperti Muhamad Kerry Adrianto Riza, Yoki Firnandi, hingga Edward Corne.
Artikel Terkait
Guru SMP di Luwu Utara Berdarah Diduga Dianiaya Siswa
KPK Selidiki Aliran Dana Suap Pajak hingga ke Ditjen Pajak
Amnesty Soroti Langkah Indonesia Bergabung dengan Inisiatif Perdamaian AS
Polda Metro Jaya Minta Maaf, Pedagang Es Gabus Ternyata Tak Bersalah