Gus Ipul Pacu Digitalisasi Bansos, Uji Coba Dimulai dari Banyuwangi

- Selasa, 27 Januari 2026 | 15:30 WIB
Gus Ipul Pacu Digitalisasi Bansos, Uji Coba Dimulai dari Banyuwangi

Kementerian Sosial sedang mematangkan sistem baru. Sistem ini nantinya bakal dipakai untuk menyalurkan bantuan sosial atau bansos secara digital. Harapannya, dengan cara daring, bantuan bisa lebih tepat sasaran ketimbang metode lama.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Selasa lalu.

“Kita harapkan nanti dengan digitalisasi bansos itu, kita bisa membuat data kita makin akurat,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, upaya digitalisasi ini tak dikerjakan sendirian. Dewan Ekonomi Nasional juga turut dilibatkan. Bahkan, uji coba perdana sudah digelar di Kabupaten Banyuwangi.

“Jadi ini piloting, ini baru mencoba bersama-sama dengan tim besar yang dipimpin oleh Pak Luhut untuk melakukan satu proses digitalisasi bansos,” tuturnya.

Memang masih ada kendala teknis di sana-sini. Tapi pihaknya terus berbenah. Sistem yang dibangun mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) sebagai acuan utama penerima bansos.

Nantinya, setiap orang bisa mengajukan diri lewat sistem digital ini. Namun begitu, yang menentukan kelayakan tetap sistem itu sendiri, berdasarkan data DTSEN yang sudah ada.

Gus Ipul menjelaskan, uji coba akan diperluas secara bertahap. Dari Banyuwangi, rencananya bakal menjangkau puluhan daerah lain.

“Ini uji coba dan tahun ini akan dikembangkan di 40 kabupaten/kota. Yang sudah selesai ini di Kabupaten Banyuwangi, sekarang masih dalam tahap finalisasi, insyaallah tahun ini akan ditambah,” jelasnya.

Kalau hasilnya bagus di 40 wilayah itu, Gus Ipul menyebut arahan Presiden jelas: digitalisasi bansos akan diterapkan secara nasional.

“Kalau nanti sukses di 40 kabupaten/kota ini, insyaallah sesuai arahan Presiden kita akan lakukan secara nasional digitalisasi bansos ini,” pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar