Kementerian Sosial sedang mematangkan sistem baru. Sistem ini nantinya bakal dipakai untuk menyalurkan bantuan sosial atau bansos secara digital. Harapannya, dengan cara daring, bantuan bisa lebih tepat sasaran ketimbang metode lama.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Selasa lalu.
“Kita harapkan nanti dengan digitalisasi bansos itu, kita bisa membuat data kita makin akurat,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, upaya digitalisasi ini tak dikerjakan sendirian. Dewan Ekonomi Nasional juga turut dilibatkan. Bahkan, uji coba perdana sudah digelar di Kabupaten Banyuwangi.
“Jadi ini piloting, ini baru mencoba bersama-sama dengan tim besar yang dipimpin oleh Pak Luhut untuk melakukan satu proses digitalisasi bansos,” tuturnya.
Memang masih ada kendala teknis di sana-sini. Tapi pihaknya terus berbenah. Sistem yang dibangun mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) sebagai acuan utama penerima bansos.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 8 Juta Laporan SPT Tahunan 2025 Hingga Tenggat
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan