Pendidikan Terjebak Pasar: Saat Sekolah Hanya Cetak Pekerja, Bukan Manusia

- Selasa, 27 Januari 2026 | 04:00 WIB
Pendidikan Terjebak Pasar: Saat Sekolah Hanya Cetak Pekerja, Bukan Manusia

Lantas, bagaimana seharusnya? Pendidikan humanis itu perlu punya tiga ranah, kira-kira seperti yang pernah digagas Habermas.

Pertama, pembelajaran teknis. Ini soal menguasai sains dan teknologi untuk mengelola alam.

Kedua, pembelajaran praktis. Di sini, kita perlu memahami realitas sosial lewat ilmu humaniora.

Yang terakhir dan paling krusial: pembelajaran emansipatoris. Tujuannya menumbuhkan kesadaran untuk melawan penindasan dan menjaga martabat manusia. Tanpa ini, pendidikan cuma jadi alat penjinakan.

Kunci Utamanya: Perbaiki Ekonomi Dulu

Jelas, pendidikan nggak bisa jalan sendirian. Peran negara mutlak diperlukan untuk meratakan ketimpangan upah dan membuka lapangan kerja yang layak. Jujur saja, selama "urusan perut" belum beres, wacana pendidikan humanis cuma akan jadi slogan kosong yang indah didengar.

Intinya, pemerataan ekonomi adalah kuncinya. Bayangkan jika setiap profesi entah itu guru, seniman, atau peneliti dihargai secara layak. Maka, anak-anak akan bebas mengejar bakatnya tanpa rasa was-was. Dari situlah lahir generasi baru. Mereka bukan cuma pinter secara teknis, tapi juga punya empati dan kesadaran kritis untuk membangun dunia yang lebih adil.


Halaman:

Komentar