Minggu sore yang seharusnya riang, berubah jadi malapetaka di aliran Kali Ciliwung. Ega Fauzi, pemuda 19 tahun itu, berenang bersama enam kawannya. Tapi siapa sangka, debit air yang tinggi dan arusnya yang ganas tiba-tiba menyergap. Sekitar pukul tiga setengah sore, ia terseret dan hilang dari pandangan.
Pencarian pun segera dilancarkan. Tim SAR Gabungan turun ke sungai dengan perahu karet, menyisir aliran yang ganas itu. Mereka memantau dari darat, mengorek-orek tumpukan sampah di tepian. Area pencarian membentang jauh, dari lokasi kejadian awal hingga sekitar 12 kilometer ke hilir.
Hasilnya baru terlihat keesokan paginya. Sekitar pukul setengah sepuluh, di bawah Jembatan Kalijodo yang legendaris itu, korban ditemukan. Jaraknya persis seperti yang diduga, sekitar 12 kilometer dari titik ia pertama kali hilang. Ega ditemukan dalam kondisi telentang, di wilayah Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur.
“Korban ditemukan pada pagi hari ini dan selanjutnya langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,”
Artikel Terkait
Noel Beri Sinyal ke Purbaya: Siap-siap, Nasib Kita Bisa Sama
Keluarga Berangkulan Ditemukan di Reruntuhan Longsor Pasirlangu
Julaybib Gaza: Dari Mimbar Azan ke Lorong-Lorong Jihad
Menag Ungkap Kerusakan Tak Terduga Pascabencana: Ribuan Kitab Suci Hancur, Santri dan Mahasiswa Terdampak